MENGENAL SEJARAH DESA BANYUWANGI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK

 

Mengenal Sejarah Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik

oleh 

Maulida Suci Lestari

Desa Banyuwangi merupakan wilayah dataran rendah yaitu sekitar 3 meter dari permukaan air laut dengan suhu rata-rata 35-40ºC. Secara geografis Desa Banyuwangi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Sebelah utara dibatasi oleh Desa Karangrejo Kecamatan Manyar, Sebelah timur dibatasi oleh Desa Manyarejo Kecamatan Manyar, Sebelah selatan dibatasi oleh Desa Leran Kecamatan Manyar, dan Sebelah barat dibatasi oleh Desa Betoyo Kauman Kecamatan Manyar. Desa Banyuwangi terdiri dari 2 bagian perdukuhan yaitu Dusun Banyutami dan Desa Banyuwangi. Wilayah Desa Banyuwangi terdiri dari 13 RT (RT 1-5 berada di Dusun Banyutami dan RT 6-13 berada di Desa Banyuwangi). Jarak dari pusat pemerintahan ke Kecamatan 5 Km, Jarak dari pusat pemerintahan ke Kabupaten 10 Km, sedangkan Jarak dari pusat pemerintahan ke Provinsi 30 Km. Desa Banyuwangi memiliki luas wilayah 417, 3982 Ha dengan pembagian luas wilayah seperti berikut ini: Pemukiman= 5,5000 Ha, Tambak = 411,3982 Ha, Pemakaman = 417, 3982 Ha.[1]

Desa Banyuwangi kira-kira mempunyai luas tanah 1.070,06 ha, diantaranya pembagian luas wilayah yang digunakan sebagai dunia perindustrian. Jumlah masyarakat penduduk Desa Banyuwangi terdiri atas 595 KK yakni (529 KK laki-laki, 66 KK perempuan) dengan total seluuhnya 2.218 jiwa, dengan rincian 1.056 laki – laki dan 1.049 perempuan. [2]

Desa Banyuwangi ini mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani tambak. Pada zaman dulu, Desa Banyuwangi bernama Den Alim. Kemudian diganti dengan nama Desa Banyuwangi sebab ada sebuah sumur atau jublangan yang airnya berbau harum. Akan tetapi sampai sekarang Desa Banyuwangi terkenal dengan sebutan nama “Pecuk”. Hal demikian dikarenakan warga tersebut yang berprofesi sebagai nelayan kerap sekali melihat di daerah pesisir sungai banyak burung pecuk ketika mencari ikan. Maka guna untuk mengenal tempat tersebut para nelayan menyebutnya dengan Pecuk sebagai tempat mencari ikan dan beristirahat. [3]



[1] Desa Banyuwangi, “Profil Desa Pemerintah Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik”, dalam https://banyuwangi-gresik.com/profil-desa/, di akses pada 14 November 2021.

[2] Nafelia Linda Tumadhur, “Eksistensi Perguruan Bela Diri Burung Dadali dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik” (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, 2019), 57.

[3] Desa Banyuwangi, “Profil Desa Pemerintah Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik”, dalam https://banyuwangi-gresik.com/profil-desa/, di akses pada 01 Januari 2022.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH KESENIAN MUSIK AL-BANJARI "SYUBBANUL MUHAJIRIN" Banyuwangi Manyar Gresik (2008-2022)

MENGENAL SEJARAH KESENIAN PENCAK SILAT BURUNG DADALI BANYUWANGI MANYAR GRESIK (1980-2022)